Mixed Flavor Challenges

April 5th, 2013

MIXED FLAVOR CHALLENGES 

 

(Foodreview Indonesia/Vol VIII/No. 2/Februari 2013)

Kata ‘Mixed flavor’ dapat memberi banyak makna dan intepretasi. Di sisi lain, dari segi teknisnya pecampuran apa pun tentu bukanlah hal yang mudah mengingat bahan yang di campur memiliki karakteristik masing-masing yang seringkali sulit dipadukan. Ulasan kali ini akan mencoba melihatnya dari segi peluang, kendala dan tantangan yang mungkin dihadapi pada saat pembuatan, penyimpanan serta aplikasi ‘mixed flavor’ dalam produk pangan.

Apa yang dimaksud dengan ‘mixed flavor’? Hasil penyisiran literatur belum dapat menghadirkan definisi resmi ‘mixed flavor’ nampaknya kata ‘mixed flavor’ belum menjadi kata atau istilah baku dalam dunia flavor. Beberapa istilah serupa dapat di jumpai dalam literatur, antara lain: ‘combining flavor’,’blended flavor’,’compouned flavor’,’homogenized flavor’.

‘Mixed flavor’ atau bila di tulis dalam bahasa Indonesia adalah flavor campuran, dapat berarti flavor campuran dari dua atau lebih aksen flavor bahan pangan tertentu, seperti halnya pada minuman sari buah dapat berupa campuran flavor mangga dan apel atau mixed barries misalnya. Pada produk teh, sejak zaman dulu telah dikenal teh dengan aroma bunga melati (jasmine tea) atau teh dengan aroma mint (peppermint tea). Dewasa ini perpaduan minuman teh dengan flavor buah-buahan juga semakin populer di Indonesia.

2 Responses to “Mixed Flavor Challenges”

  1. Lian said:

    hi Tnx for you Best post Tnx

  2. Tessa Schkade said:

    Hey! Do you use Twitter? I’d like to follow you if that would be ok. I’m absolutely enjoying your blog and look forward to new updates.

Leave a Reply